{"id":158,"date":"2022-04-13T03:02:00","date_gmt":"2022-04-13T03:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/?p=158"},"modified":"2023-04-13T03:03:44","modified_gmt":"2023-04-13T03:03:44","slug":"ldii-nganjuk-gelar-vaksinasi-booster-di-ponpes-al-ubaidah-sasar-1000-santri-dan-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/2022\/04\/13\/ldii-nganjuk-gelar-vaksinasi-booster-di-ponpes-al-ubaidah-sasar-1000-santri-dan-warga\/","title":{"rendered":"LDII Nganjuk Gelar Vaksinasi Booster di Ponpes Al Ubaidah Sasar 1000 Santri dan Warga"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"158\" class=\"elementor elementor-158\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-94f0f99 elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default rt-parallax-bg-no\" data-id=\"94f0f99\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-f58538b\" data-id=\"f58538b\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-ba18078 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"ba18078\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t<style>\/*! elementor - v3.19.0 - 28-02-2024 *\/\n.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-stacked .elementor-drop-cap{background-color:#69727d;color:#fff}.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-framed .elementor-drop-cap{color:#69727d;border:3px solid;background-color:transparent}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap{margin-top:8px}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap-letter{width:1em;height:1em}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap{float:left;text-align:center;line-height:1;font-size:50px}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap-letter{display:inline-block}<\/style>\t\t\t\t<h5 class=\"f-w-400\" style=\"margin-bottom: 0.5rem; font-weight: 400; line-height: 1.2; font-size: 1.25rem; color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; letter-spacing: 0.5px;\"><div>Nganjuk (18\/4). Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur menggelar vaksinasi untuk para santri. Sekitar 1.000 santri dan warga mendapat vaksin booster atau dosis ketiga. Acara itu terlaksana berkat kerja sama antara pihak Pondok Pesantren Al Ubaidah dengan Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk dan Rumah Sakit Bhayangkara.<br><br><\/div><div>\u201cDengan adanya vaksinasi booster ini, para santri yang telah menyelesaikan tes dan diklat calon muballigh-muballighoh di Ponpes Al Ubaidah memiliki ketenangan untuk pulang atau terjun ke tengah-tengah masyarakat, karena telah mendapat vaksin dosis ketiga,\u201d ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany.<br><br><\/div><div>Program vaksinasi yang dilakukan di Ponpes Al Ubaidah, merupakan bagian dari menyukseskan program pemerintah. Ia mengatakan, pemerintah telah menetapkan syarat mudik, yakni pemudik harus telah divaksin dosis ketiga, \u201cAturan ini bertepatan pada tanggal 25 nanti, seluruh santri telah menyelesaikan ujian dan pembekalan, dan harus pulang ke rumah masing-masing,\u201d ujarnya.<br><br><\/div><div>Selain itu, saat berbicara di depan ribuan santri, Habib Ubaidillah mengungkapkan keresahan dan kekhawatirannya mengenai dunia yang akan dihadapi para santri, ketika terjun di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, sebagai juru dakwah di tengah masyarakat, mereka akan menjumpai banyak persimpangan jalan, yang ia maksud adalah keyakinan dan kepahaman yang berbeda, \u201cBahkan dihadapkan pada paham radikalisme yang anti kebhinekaan dan Pancasila,\u201d ujar Habib Ubaidillah.<br><br>Untuk itu ia berharap, dengan pengetahuan dan wawasan yang diberikan di Ponpes Al Ubaidah mengenai kebangsaan, para santri tidak terpengaruh apalagi terpapar radikalisme. Menurutnya, untuk menanamkan nasionalisme, cinta tanah air, dan kebangsaan, Ponpes Al Ubaidah juga telah bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kodim, dan Polres Nganjuk.<br><br><\/div><div>Senada dengan Habib Ubaidillah, Kapolres Nganjuk Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Boy Jeckson Situmorang mengingatkan bahwa para santri Ponpes Al Ubaidah, bakal dihadapkan dengan dinamika perkembangan zaman, yang cukup pesat terkait perkembangan teknologi.<br><br><\/div><div>Habib Ubaidillah bersama AKBP Boy Jeckson Situmorang dan AKBP Dwi Miyarsi meninjau pelaksanaan vaksin booster kepada 1.000-an santri dan warga di Ponpes Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk Jawa Timur. Foto: Tim Ponpes Al Ubaidah.<br>Ia mengingatkan para santri, dalam lingkungan yang homogen seperti Akademisi Kepolisian ataupun pondok pesantren, semuanya ditempa dengan idealisme yang sama dan dalam kondisi ideal, \u201cTetapi begitu menghadapi dunia nyata, maka seleksi alam terjadi,\u201d ujarnya. Menurutnya, tidak semua lulusan Akademi Kepolisian bisa mencapai pangkat sesuai levelnya, karena tidak mampu menghadapi banyak cobaan dan ujian duniawi.<br><br><\/div><div>AKBP Boy Jeckson mengingatkan, agar para santri ketika menemui persimpangan jalan di dunia nyata yang tak selamanya lurus, \u201cSaat menemukan persimpangan, pejamkan mata kalian, berdoa kepada Allah dan gunakan hati nurani Anda, yang akan menuntun ke jalan yang benar,\u201d ujarnya.<br><br><\/div><div>Ia mengingatkan, jangan memakai logika-logika duniawi karena dapat membawa kepada kesesatan. Menurutnya di tengah-tengah masyarakat, para santri harus bisa membawa diri. Pasalnya, mereka akan menghadapi banyak keyakinan dan kepercayaan, serta berbagai agama.<br><br><\/div><div>\u201cBanggalah menjadi santri, karena memiliki kelebihan dibanding remaja lainnya,\u201d ujarnya. Para santri menurutnya lebih cerdas, lebih sehat, lebih amanah atau lebih CSA, \u201cLebih cerdas karena selain belajar ilmu agama juga belajar ilmu pengetahuan umum. Lebih sehat, karena bangun pagi untuk salat Subuh, mencium udara yang bersih hingga tidur dengan jadwal yang teratur,\u201d ujarnya.<br><br><\/div><div>Hal ini tentu berbeda jauh dengan para remaja yang tidak berada di pondok pesantren. Gaya hidup mereka bisa tidak sehat, pola makannya tidak sehat, \u201cSementara lebih amanah, karena menjaga amanah dari orangtua, dari para kyai dan habib yang kita hormati, dan terutama menjaga amanah dari Allah,\u201d ungkapnya.<br><br><\/div><div>Ia meminta banggalah menjadi santri, sebab alumni pesantren saat ini tidak hanya menjadi guru atau kyai, \u201cMereka juga bisa berdasi dan menjadi pengusaha yang mandiri,\u201d pungkasnya. (*)<\/div><\/h5>\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nganjuk (18\/4). Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur menggelar vaksinasi untuk para santri. Sekitar 1.000 santri dan warga mendapat vaksin booster atau dosis ketiga. Acara itu terlaksana berkat kerja sama antara pihak Pondok Pesantren Al Ubaidah dengan Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk dan Rumah Sakit Bhayangkara. \u201cDengan adanya vaksinasi booster ini, para santri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":159,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":163,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158\/revisions\/163"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}