{"id":2244,"date":"2025-02-03T04:59:27","date_gmt":"2025-02-03T04:59:27","guid":{"rendered":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/?p=2244"},"modified":"2025-02-12T05:27:59","modified_gmt":"2025-02-12T05:27:59","slug":"usia-pernikahan-kurang-10-tahun-kritis-ini-langkah-ldii-pancoran-mas-tekan-kasus-penceraian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/2025\/02\/03\/usia-pernikahan-kurang-10-tahun-kritis-ini-langkah-ldii-pancoran-mas-tekan-kasus-penceraian\/","title":{"rendered":"Usia Pernikahan Kurang 10 Tahun Kritis, Ini Langkah LDII Pancoran Mas Tekan Kasus Penceraian"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"2244\" class=\"elementor elementor-2244\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-dd29fd7 elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default rt-parallax-bg-no\" data-id=\"dd29fd7\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-ccb746d\" data-id=\"ccb746d\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-3ec7030 elementor-widget__width-initial elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"3ec7030\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t<style>\/*! elementor - v3.19.0 - 28-02-2024 *\/\n.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-stacked .elementor-drop-cap{background-color:#69727d;color:#fff}.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-framed .elementor-drop-cap{color:#69727d;border:3px solid;background-color:transparent}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap{margin-top:8px}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap-letter{width:1em;height:1em}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap{float:left;text-align:center;line-height:1;font-size:50px}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap-letter{display:inline-block}<\/style>\t\t\t\t<p><strong>Depok (3\/2)<\/strong> &#8211; PC LDII Pancoran Mas Depok di bawah koordinasi DPD LDII Bidang Pemberdayaan Keluarga menggelar pengajian untuk pasangan suami istri (Pasutri) yang berusia pernikahan di bawah sepuluh tahun. Acara tersebut dilaksanakan di Masjid Baitul Ihsan, Pancoran Mas, Kota Depok, pada Minggu 2 Februari 2025.<\/p>\n<p>Ketua PC LDII Pancoran Mas, Teguh Ariyadi, menjelaskan bahwa usia pernikahan 1 hingga 10 tahun rentan terhadap konflik. \u201cUsia pernikahan 1-10 tahun itu rawan sekali konflik dan kalau kita lihat di Pengadilan Agama Depok itu banyak sekali pengajuan gugatan perceraian, karena itu kami berinisiatif mengadakan acara ini sehingga konflik itu bisa lebih kita tekan dan minimalisir,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dengan mengusung tema \u201cAku Kau dan Janji Kita\u201d diharapkan dapat membantu pasangan suami istri muda untuk mengingat kembali komitmen yang telah dibuat saat menikah. \u201cBagaimana pada saat itu mengikat janji satu dengan lainnya, akan menikah, akan hidup semati, jadi harapannya dengan janji itu mereka akan mengingatnya sehingga konflik bisa berkurang,\u201d tutur Teguh.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2248 alignleft\" src=\"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/paparan-pernikahan-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/paparan-pernikahan-300x169.jpg 300w, https:\/\/ldiikarawang.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/paparan-pernikahan.jpg 606w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan langgeng sehingga ibadah bisa berjalan lancar dan masa depan keluarga dapat melahirkan anak-anak yang sholeh dan sholehah.<\/p>\n<p>Acara yang dihadiri oleh puluhan paserta itu diisi dengan kegiatan games, hadiah dan ilmu bermanfaat dengan menghadirkan narasumber Konsultan Rumah Tangga, Rino Amri, yang memberikan pemaparan seputar dinamika rumah tangga.<\/p>\n<p>Pemateri, Rino Amri, menyampaikan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi pasangan suami istri di bawah usia 10 tahun adalah mengelola emosi. \u201cTantangan dalam menahan amarahnya karena egonya masih besar. Dari transisi dia \u2018falling in love\u2019 menunjukkan \u2018conditional love\u2019 itu biasanya labil dari sisi emosi, jadi bagaimana ia mengatasi emosinya, bisa mengenali dirinya lebih baik,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Di era digital ini, ia berpesan bahwa pasangan untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang beredar di luar rumah tangga. \u201cProses seleksi informasi yang datang sangat penting. Jangan sampai masalah rumah tangga diekspos di media sosial karena itu bisa memicu perbandingan dengan rumah tangga orang lain,\u201d ungkap Rino.<\/p>\n<p>Sementara itu, salah satu peserta, Reta, mengungkapkan kesan positifnya terhadap acara ini. \u201cLuar biasa, bersyukur senang juga bahwa ternyata ada momennya kita (pasutri) bisa saling menguatkan, saling memotivasi, yang mana mudah-mudahan bisa memperlancar ibadah dan saling mendoakan untuk menuju surga,\u201d tutup Reta.<\/p>\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Depok (3\/2) &#8211; PC LDII Pancoran Mas Depok di bawah koordinasi DPD LDII Bidang Pemberdayaan Keluarga menggelar pengajian untuk pasangan suami istri (Pasutri) yang berusia pernikahan di bawah sepuluh tahun. Acara tersebut dilaksanakan di Masjid Baitul Ihsan, Pancoran Mas, Kota Depok, pada Minggu 2 Februari 2025. Ketua PC LDII Pancoran Mas, Teguh Ariyadi, menjelaskan bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2245,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2244"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2244"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2244\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2262,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2244\/revisions\/2262"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2245"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}