{"id":302,"date":"2022-11-16T04:37:00","date_gmt":"2022-11-16T04:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/?p=302"},"modified":"2023-04-13T04:38:13","modified_gmt":"2023-04-13T04:38:13","slug":"ldii-pusat-ingatkan-masyarakat-tetap-waspada-karena-wabah-belum-reda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/2022\/11\/16\/ldii-pusat-ingatkan-masyarakat-tetap-waspada-karena-wabah-belum-reda\/","title":{"rendered":"LDII Pusat Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada karena Wabah Belum Reda"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"302\" class=\"elementor elementor-302\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-452b8ed elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default rt-parallax-bg-no\" data-id=\"452b8ed\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-e5b5d0e\" data-id=\"e5b5d0e\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-945cd06 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"945cd06\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t<style>\/*! elementor - v3.19.0 - 28-02-2024 *\/\n.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-stacked .elementor-drop-cap{background-color:#69727d;color:#fff}.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-framed .elementor-drop-cap{color:#69727d;border:3px solid;background-color:transparent}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap{margin-top:8px}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap-letter{width:1em;height:1em}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap{float:left;text-align:center;line-height:1;font-size:50px}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap-letter{display:inline-block}<\/style>\t\t\t\t<p><span style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\">Jakarta (15\/11). Wabah Covid-19 mulai mereda, namun di beberapa wilayah penularan masih tinggi. Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman mengingatkan agar masyarakat menjaga kondisi tubuh, agar tak mudah terserang Covid-19 varian baru.<\/span><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><span style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\">\u201cMeski sudah vaksin booster sekalipun, jika kondisi tubuh lemah memungkinkan varian terbaru Covid-19 (XBB). Apalagi gejalanya hanya mirip seperti gejala batuk-pilek, sakit tenggorokan. Karenanya ikhtiar penting termasuk vaksin tambahan itu,\u201d ujarnya.<\/span><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><span style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\">Terkait kewaspadaan, Dicky mendorong masyarakat Indonesia agar mengubah gaya hidupnya dalam menghadapi penyakit, \u201cHarus diketahui, masyarakat kita umumnya sakit di rumah, bukan ke rumah sakit yang terdata tenaga kesehatan,\u201d ujarnya. Hikmah dari kejadian ini, menurut Dicky, yang pertama adalah konsultasi dengan tenaga kesehatan jika berniat melakukan pengobatan. \u201cJangan beli obat tanpa resep sebetulnya. Itu bahaya,\u201d kata dia.<\/span><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><span style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\">Anggota Ikatan Dokter Indonesia sejak 1998 itu bercerita, Wuhan mengalami lockdown kembali karena dampak long covid menjadi isu yang serius. \u201cKarena itu upaya mencegah infeksi lebih baik daripada mengobati,\u201d katanya.<\/span><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><span style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\">Varian baru Covid-19 XBB di Indonesia, menurut Dicky, harusnya semakin menurun trennya. Namun ia menyayangkan penerapan protokol kesehatan yang justru juga menurun jauh. Seperti diketahui, Covid-19 varian XBB adalah turunan dari varian Omicron yang dianggap lebih mampu menjangkit pada manusia dan mampu melampaui booster. Hal itu semakin diperparah akan tingginya tingkat mobilisasi manusia dengan kecanggihan transportasi.<\/span><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><span style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\">Dalam konteks seperti long Covid, dengan banyak keluhan seperti sesak nafas, bukan hal yang tidak mungkin menjadi krisis meski sudah akhir pandemi. Long Covid akan meningkat pada orang yang sudah terinfeksi lebih dari dua kali.<\/span><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><span style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\">Kewaspadaan masyarakat menurutnya sangat penting. Pasalnya dari sisi kondisi global, belum ada negara yang memiliki status siap menghadapi ancaman pandemi. Global Health Security Index, Indonesia berada di peringkat menengah. Pemerintah perlu membangun sistemnya terlebih dahulu, \u201cSistem rujukan penanganan penyakit misalnya, hal seperti itu perlu dipikirkan. Di Indonesia contohnya, belum ada toxic call center, sedangkan di negara maju sudah ada,\u201d ungkap warga LDII yang tinggal sementara di Australia itu.<\/span><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><span style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\">Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto mengingatkan, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan, \u201cMisalnya dengan mengubah gaya hidup, seperti ekonomi keluarga diupayakan untuk mencukupi gizi dan kesehatan keluarga,\u201d imbuhnya.<\/span><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><span style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\">Ia mengatakan, dengan menyisihkan keuangan keluarga untuk kebutuhan vitamin, obat, memeriksakan kesehatan, dan makanan bergizi sangat penting menghadapi masa pancaroba. Keluhan flu, deman, hingga diare di musim penghujan makin sering dirasakan warga, \u201cApalagi Covid-19 belum benar-benar reda, orang awam akan sulit membedakan flu biasa atau Covid-19,\u201d ujarnya.<\/span><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><br style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\"><span style=\"color: rgb(36, 41, 52); font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 20px; letter-spacing: 0.5px;\">Bagi warga yang jauh dari akses kesehatan, terutama di pedesaan, KH Chriswanto menyarankan untuk memanfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman obat, \u201cHal itu perlu dilakukan untuk pertolongan pertama, sebelum memeriksakan diri ke dokter atau Puskesmas,\u201d pungkasnya. (kim-ldii)<\/span><br><\/p>\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (15\/11). Wabah Covid-19 mulai mereda, namun di beberapa wilayah penularan masih tinggi. Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman mengingatkan agar masyarakat menjaga kondisi tubuh, agar tak mudah terserang Covid-19 varian baru.\u201cMeski sudah vaksin booster sekalipun, jika kondisi tubuh lemah memungkinkan varian terbaru Covid-19 (XBB). Apalagi gejalanya hanya mirip seperti gejala batuk-pilek, sakit tenggorokan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":303,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/302"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=302"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/302\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":307,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/302\/revisions\/307"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/303"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=302"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=302"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ldiikarawang.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=302"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}