Karawang (26/04) — Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti pertemuan silaturahim antar sesepuh LDII dari Karawang dan Jakarta Selatan yang digelar pada Minggu, 26 April 2026. Ratusan peserta hadir, membawa semangat kebersamaan yang mengalir seperti arus sungai yang tak pernah putus. Dalam pertemuan ini, nilai-nilai persaudaraan kembali diteguhkan di tengah dinamika kehidupan modern yang kian bergerak cepat.
Di bawah kepemimpinan Ketua H. Kardian, acara berlangsung khidmat namun tetap sarat keakraban. Para sesepuh yang hadir bukan sekadar bertemu, melainkan merajut kembali benang-benang ukhuwah yang mungkin sempat renggang oleh jarak dan waktu. Setiap jabat tangan menjadi simbol eratnya persatuan, setiap senyum menjadi bahasa universal yang menyatukan hati.
Sejak pagi hari, para peserta telah berdatangan dengan wajah-wajah penuh harap. Mereka datang dari berbagai penjuru, membawa cerita, pengalaman, serta harapan akan masa depan yang lebih harmonis. Di ruang pertemuan itu, perbedaan melebur menjadi satu, digantikan oleh semangat persaudaraan yang tulus.
H. Kardian dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga silaturahim sebagai pondasi utama dalam membangun kekuatan umat. Ia mengibaratkan silaturahim sebagai akar pohon yang menancap kuat, menopang batang dan ranting agar tetap tegak menghadapi terpaan angin zaman. Tanpa akar yang kokoh, pohon kehidupan akan mudah tumbang.

Acara ini juga menjadi ruang refleksi bagi para sesepuh untuk berbagi nasihat dan pengalaman. Kata-kata bijak mengalir lembut, seperti embun pagi yang menyejukkan jiwa. Setiap pesan yang disampaikan mengandung makna mendalam tentang pentingnya menjaga nilai-nilai luhur di tengah arus globalisasi.
Tidak hanya sekadar temu kangen, silaturahim ini juga diisi dengan diskusi ringan mengenai peran LDII dalam membangun masyarakat yang berkarakter. Para peserta saling bertukar pandangan, merangkai gagasan yang diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat kontribusi organisasi di tengah masyarakat.
Kehangatan acara semakin terasa saat para peserta menikmati hidangan bersama. Dalam kebersamaan itu, sekat-sekat sosial seakan hilang, digantikan oleh rasa saling memiliki. Tawa ringan yang pecah di sela-sela percakapan menjadi bukti bahwa kebahagiaan sederhana dapat lahir dari kebersamaan yang tulus.
Di tengah pertemuan tersebut, terselip harapan agar generasi muda dapat melanjutkan tradisi silaturahim ini. Para sesepuh berpesan bahwa persatuan bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan harus terus dirawat dengan kesadaran dan komitmen bersama.
Menjelang akhir acara, suasana haru mulai terasa. Perpisahan bukan menjadi akhir, melainkan jeda untuk pertemuan berikutnya. Doa-doa dipanjatkan, mengalir lembut seperti angin senja yang membawa kesejukan dan harapan baru.
Silaturahim antar sesepuh LDII Karawang dan Jakarta Selatan ini menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya perubahan zaman, nilai-nilai kebersamaan tetap menjadi cahaya yang menuntun langkah. Seperti matahari yang setia terbit setiap pagi, persaudaraan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali bersinar. (kim/krw )

