LDII Karawang Ikut Teguhkan Komitmen Kerukunan dalam Harmoni Nusantara ke-14 dan Bupati Menyapa
Karawang

LDII Karawang Ikut Teguhkan Komitmen Kerukunan dalam Harmoni Nusantara ke-14 dan Bupati Menyapa

KARAWANG (13/9) — Semangat menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama mengemuka dalam kegiatan Harmoni Nusantara ke-14 dan Bupati Menyapa yang digelar di Plaza Pemkab Karawang, Minggu 13 September 2026 malam. Kegiatan tersebut juga diikuti masyarakat dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Karawang secara daring.

Sebanyak 60 orang perwakilan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Karawang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian dari komitmen bersama berbagai elemen masyarakat untuk menjaga keharmonisan kehidupan sosial dan keberagaman di Kabupaten Karawang.

Dalam kegiatan itu, perwakilan LDII Karawang turut menandatangani layar deklarasi Komitmen Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Karawang. Deklarasi tersebut menjadi simbol kesepakatan bersama untuk terus merawat toleransi, persatuan, dan hubungan harmonis di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang agama, suku, budaya, serta tradisi yang beragam.

Ketua PC LDII Karawang Timur, Jumari, mengatakan keikutsertaan LDII dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan terhadap upaya menjaga kerukunan di Kabupaten Karawang. Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat melalui sikap saling menghormati dan membangun komunikasi yang baik antarelemen masyarakat.

 “LDII Karawang berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya suasana yang rukun, damai, dan harmonis di tengah keberagaman masyarakat. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Karawang secara bersama-sama,” ujar Jumari.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan tradisi. Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Harmoni Nusantara ke-14 dan Bupati Menyapa yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393.

“Perbedaan warna tidak membuat pelangi terpecah, justru karena berbeda warna pelangi menjadi indah. Begitu pula kita,” kata Aep. Ia juga memaparkan sejumlah program Pemerintah Kabupaten Karawang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat MOTEKAR, yakni Maju, Optimis, Tangguh, Efektif, Kolaboratif, Adaptif, dan Responsif.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang Sopian mengapresiasi kepemimpinan Bupati Aep serta peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karawang dalam menjaga toleransi. Menurutnya, kondisi kerukunan yang terjaga merupakan hasil dari sinergi pemerintah daerah, FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat termasuk LDII.

Ketua FKUB Kabupaten Karawang Masykur Mansyur menilai Harmoni Nusantara ke-14 menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan masyarakat Karawang. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Karawang perlu dirawat melalui komunikasi, sikap saling menghormati, serta komitmen bersama untuk mencegah munculnya konflik di tengah masyarakat.

Keterlibatan LDII Karawang bersama berbagai elemen masyarakat dalam deklarasi tersebut menegaskan bahwa kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tokoh agama, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. Semangat tersebut diharapkan terus menjadi modal sosial dalam membangun Kabupaten Karawang yang maju, harmonis, dan mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman. (KIM/Krw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *